Balita Di Kongres PSSI

Pasca selesainya dan kalahnya Timnas Indonesia di piala AFF kemarin, semua orang dari berbagai kalangan ikut mengeluarkan suara untuk menyudut kan dan meminta Bapak Nurdin halid untuk mundur dari jabatan nya sebagai ketua PSSI. Hal itu sudah dilalui dan Nurdin  Halid pun sudah tidak lagi menjabat sebagai ketua PSSI.

Setelah itu FIFA sebagai induk olahraga sepakbola diseluruh dunia membentuk tim normalisasi beserta anggota-anggotanya untuk melakukan pemilihan ketua PSSI yang baru. Komisi Normalisasi dipimpin oleh Bapak Agum Gumelar. Dalam hal ini FIFA melarang dua orang untuk menyalonkan diri sebagai ketua PSSI. Pasalnya kedua orang tersbut sudah ikut serta dalam Liga Primer Indonesia (LPI) yang dianggap FIFA sebagai Liga yang ilegal dan tidak berada dibawah naungan PSSI.

Pada hari jumat tanggal 20 mei 2011 kemarin, diadakan kongres yang dipimpin Agum Gumelar untuk menentukan siapa yang berhak menjadi ketua PSSI. Awalnya perwakilan dari FIFA Tierry Regennas menjelaskan kembali alasan mengapa FIFA menolak George Touisuta dan Arifin Panigoro maju sebagai calon ketua dan wakil ketua PSSI. Beberapa peserta dari kelompok 78 terus saja memberikan argument tentang pernyataan Thierry. Untuk itu Thierry menganjurkan kepada ketua komisi normalisasi, Agum gumelar, untuk melakukan vote atas berhak atau tidak nya George touisuta dan Arifin Panogoro maju sebagai calon ketua.

Namun sayang nya anggota kelompok 78 terus saja memberi argument,entah apa yang ingin diprotes oleh mereka. Keadaan semakin ricuh dan tidak kondusif, oleh karena itu Agum gumelar memutuskan untuk menghentikan Kongres sambil mengatakan "karena kondisi tidak kondusif,atas nama rakyat indonesia saya mohon maaf,kongres saya tutup" , kurang lebih begitu tutur Agum gumelar.

Spontan saja semua peserta kongres semakin ricuh , berkomentar dan mendekati pimpinan kongres.  pihak scurity dan panitia terlihat bergerak cepat untuk mengamankan pimpinan kongres beserta anggota dan juga perwakilan dari FIFA.

Sungguh hal yang memalukan dan menyedihkan, untuk menentukan satu suara saja harus dengan otot. Apakah ini cerminan orang yang berpendidikan?? tidak memakai ilmunya untuk berfikir logis namun hanya memakai otot ,emosional, dan keegoisan nya sendiri. Kalau begini terus kapan mau maju nya bangsa kita ini???

Dan bisa-bisa PSSI diberikan sanksi oleh FIFA jika tidak juga mendapatkan hasil dalam waktu dekat ini. Ya pesan saya pada Bapak George tuisuta dan Arifin panigoro untuk dapat membuka hati nya demi maju nya sepak bola Indonesia,jangan seperti balita yang hanya bisa merengek dan memberontak jika keinginan nya tiadk dipenuhi. lagi pula bukan kah 4 tahun yang akan datang anda berdua sudah diizinkan untuk maju mencalonkan diri?? Kalau anda memang mau menyelamatkan PSSI, tolong berbesar hati lah.




Ghandi Mohammad




Ghandy November

No comments:

Post a Comment

Silahkan berkomentar dengan sopan, segala kritikan dan saran akan saya terima dengan senang hati asalkan terhindar dari kata-kata yang mengandung unsur porno, sara, dan kata-kata yang tidak menyenangkan.

www.lowongankerjababysitter.com www.lowongankerjapembanturumahtangga.com www.lowonganperawatlansia.com www.lowonganperawatlansia.com www.yayasanperawatlansia.com www.penyalurpembanturumahtanggaku.com www.bajubatikmodernku.com www.bestdaytradingstrategyy.com www.paketpernikahanmurahjakarta.com www.paketweddingorganizerjakarta.com www.undanganpernikahanunikmurah.com

Instagram