CERPEN : Aku (Pacarmu) Bukan Badut mu Part 2

Baca Kisah Sebelum nya

"Melodi itu memang tak lagi terdengar, suaranya yag manja dan mesra.... 

Aku terpana dan tak ingin melepasnya...
menanti dan terus menanti, apakah itu cinta atau hanya sebuah mimpi.....
dirimu memang telah bersamanya, dan mungkin berfikir untuk selamanya..
tapi aku akan terus mengejar mu Ratna,sampai kapan pun.... ".


Puisi yang dituliskan Vino, menggambarkan kesetiaan dan kasih sayang yang begitu dalam terhadap Ratna. Menanti, hanya kata itu lah yang selalu membayangi Vino. Ia yakin, ketika angin berhembus kencang ia akan tetap berdiri tegar, ketika ombak melambai sinis ia harus bisa bertahan. " Aku hanya manusia biasa, namun apa salah jika aku bermimpi mendapatkan dia, mendapatkan gadisyang ku cintai", ujar Vino dalam hati.

Sebulan berlalu, Hubungan Ratna dan kekasih nya menjadi semakin dekat, namun perasaan Vino pada Ratna juga tidak akan pudar, justru semakin bertambah dan bertambah setiap hari nya. Vino selalu menatap Ratna dari kejauhan, melihat senyum nya, melihat Ratna tertawa dan bahagia, itu saja sudah membuat hati Vino ikut bahagia. Dalam hati sambil memandangi Ratna dari kejauhan Vino selalu berkata, "Andai saja aku bisa memiliki mu, mungkin akan terasa lebih sempurna". Sesekali ratna juga melihat Vino yang sedang memandangi nya sambil memberikan senyuman manis dari kejauhan. Vino yang tersipu malu , ikut tersenyum dan mengalihkan pandangan nya.Masa-masa seperti itu hampir setiap hari di alami dan dilalui Vino, bersabar, meratapi, dan menanti.

Suatu hari saat dikelas , masih saja Ratna yang menjadi pusat perhatian dan pemikiran Vino. Apalagi kelas Vino dan Ratna saling berhadapan, membuat Vino semakin leluasa intuk memperhatikan Ratna setiap hari nya.  "VINO,,,!! Apa yang kamu lihat di luar sana???" guru Bahasa Indonesia Vino marah dan menegur Vino yang lagi terbengong. Vino pun tersentak kaget dan tidak bisa menjawab apa-apa karena malu. "hahaha..biasa bu,dia lagi jatuh cinta,sama...kakak kelas itu tuh" saut teman sebangkunya sambil meledek. "Sudah...sudah..kalian ini, masih sekolah udah cinta-cintaan. Kamu juga Vino, perhatikan pelajaran yang saya berikan, jangan melamun saja !" tambah Bu guru lagi . Vino pun menjawab dengan terbata-bata sambil menunduk kan kepala karena malu, "iii...iiya bu..".

Tiga bulan memlalui hari-hari yang penuh penantian, pagi itu Vino mendapatkan kabar bahwa Ratna sudah tidak lagi menjalin hubungan dengan pacarnya, irfan. Vino mendapat kan kabar itu dari Razi, teman dekat Ratna juga Vino. Kabar itu tentu saja membuat Vino bahagia dan melahirkan semangat baru dalam hidupnya. Saat seperti ini adalah saat-saat yang paling tepat untuk kembali mendekati Ratna dan merebut hati nya. Hampir setiap malam, Vino datang kerumah Ratna. Namun ia belum berani mengutarakan kembali perasaan nya pada Ratna. Karena ia tau bahwa Ratna masih dalam kesedihan, ia berusaha menghibur Ratna, mengajak nya jalan, makan, dan seperti biasa tentunya ke studio musik untu melihat Vino dan teman-teman nya latihan Band. Seminggu , dua minggu, telah dilalui Vino bersama usai kesedihan yang melanda perasaan Ratna yang telah putus dengan pacar nya.

Saat itu di suatu malam, hujan yang deras melanda. Vino, Ratna, dan teman-teman band nya menunggu rintikan hujan berhenti sepulang dari latihan musik. Saat itu Ratna terlihat sedang duduk di kursi panjang di tempat mereka berteduh. Tanpa mengeluarkan kata cinta dan basa-basi, Vino mendekati dan duduk di sebelah Ratna dan memeluk ratna erat. Hubungan mereka yang belum berstatus apapun namun telah ditandai Vino dengan cinta yang diisyaratkan lewat pelukan tersebut. Ratna pun merasa nyaman berada dipelukan Vino.

Hujan pun Mulai berhenti, mereka bergegas pulang. Saat di boncengan Vino, Ratna yang tadi nya merasa nyaman akan pelukan Vino, kini membalas isyarat tersebut dengan memeluk Vino yang sedang mengendarai motor nya. Hal ini semakin meyakinkan Vino bahwa Ratna juga memiliki perasaan yang sama seperti yang Vino rasakan. Dengan perasaan senang, Vino pun melanjutkan perjalnan nya mengantar gadis pujaan hatinya itu. Saat sampai dirumah Ratna dan mengantar Ratna pulang, Vino berpamitan dan berkata " Aku sayang kamu". Ratna tersenyum dan menjawab, "aku juga sayang kamu, makasih ya atas malam ini". Vino kembali membalas senyuman itu dengan tatapan mesra. Bersambung.......





Ghandi Mohammad

Ghandy November

No comments:

Post a Comment

Silahkan berkomentar dengan sopan, segala kritikan dan saran akan saya terima dengan senang hati asalkan terhindar dari kata-kata yang mengandung unsur porno, sara, dan kata-kata yang tidak menyenangkan.

www.lowongankerjababysitter.com www.lowongankerjapembanturumahtangga.com www.lowonganperawatlansia.com www.lowonganperawatlansia.com www.yayasanperawatlansia.com www.penyalurpembanturumahtanggaku.com www.bajubatikmodernku.com www.bestdaytradingstrategyy.com www.paketpernikahanmurahjakarta.com www.paketweddingorganizerjakarta.com www.undanganpernikahanunikmurah.com

Instagram