PUISI : Penuntun Waktu

Cahaya diujung fajar seakan menyapa
Bangunkan jiwa yang tengah terluka
Sadar ku untuk terus berlari
Menapaki jalan bebatuan Di bawah terik mentari

Aku mulai mati rasa
Aku lupa rasa sakit dari kata-kata hina
Mereka tertawa lepas dan bahagia
Mencaci , memaki, merobek robek asa dan cita

Badai itu menghantamku dari selatan
menggulung tubuhku hingga hancur berantakan
Sisakan  butir-butir mimpi dan harapan
Bagaikan Seonggok daging tak bertuan
 
Aku rapuh, sangat rapuh , hingga karam perahu kecilku
Hilang ditengah lautan penuh belenggu
Hanya Doa pada Tuhan sang penuntun waktu
 Hapuskan luka ku , Terangi Malam ku, Putihkan Dunia ku


Ghandi Mohammad






Ghandy November

No comments:

Post a Comment

Silahkan berkomentar dengan sopan, segala kritikan dan saran akan saya terima dengan senang hati asalkan terhindar dari kata-kata yang mengandung unsur porno, sara, dan kata-kata yang tidak menyenangkan.

www.lowongankerjababysitter.com www.lowongankerjapembanturumahtangga.com www.lowonganperawatlansia.com www.lowonganperawatlansia.com www.yayasanperawatlansia.com www.penyalurpembanturumahtanggaku.com www.bajubatikmodernku.com www.bestdaytradingstrategyy.com www.paketpernikahanmurahjakarta.com www.paketweddingorganizerjakarta.com www.undanganpernikahanunikmurah.com

Instagram